Loading...

Friday, September 7, 2012


PERSIAPAN TRAVELING

Untuk melakukan traveling secara mandiri dibutuhkan persiapan yang matang. Demikian juga halnya bagi yang melakukan traveling dengan menggunakan jasa tour. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan kita saat traveling seperti perbedaan iklim dan cuaca di tempat wisata yang akan kita kunjungi

Berikut beberapa persiapan yang harus diperhatikan:

1. Dokumen Penting.
Untuk dalam negri, persiapkan kartu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk. Adakalanya maskapai penerbangan melakukan pencocokan antara nama pada bookingan tiket dengan kartu identitas
Untuk yang akan keluar negri wilayah Indonesia, Passport adalah dokumen yang paling wajib. Dan untuk beberapa negara, visa merupakan suatu keharusan.
NB: Tanggal jatuh tempo Passport juga harus menjadi pehatian.

2. Print-Out Tiket Pesawat dan Voucher Hotel.
Untuk yang melakukan perjalanan secara mandiri, print-out tiket pesawat dan voucher hotel harus dipersiapakan. Dan sebisa mungkin data tersebut tersimpan pada email kita untuk mengantisipasi jika print-out tersebut hilang atau tercecer.

3. Alat Pembayaran
Yang satu ini adalah mutlak. Persiapan uang tunai sesuai budget. Untuk yang akan keluar negri, tukar uang anda di money changer dalam negri, supaya anda tidak kehabisan waktu mencari money changer pada saat traveling. Pisahkan uang tunai pada beberapa tempat untuk menghindari kehilangan secara keseluruhan. Ada baiknya sediakan beberapa kartu kredit yang dapat diterima di luar negri untuk jaga-jaga. Hapal PIN kartu kredit untuk mengambil uang di luar negri bila sewaktu waktu kehabisan atau kehilangan uang tunai.

4. Pakaian
Untuk yang memakai paket tour, biasanya akan diberitahukan kepada para peserta mengenai busana yang cocok dengan cuaca dan temperatur tempat wisata yang akan kita kunjungi, agar tidak terjadi salah kostum. Bagi yang traveling secara mandiri, hal ini juga harus menjadi perhatian khusus.

5. Obat-obatan.
Bagi sebagian orang, perbedaan suhu dan cuaca, ataupun perbedaan makanan, dapat membuat seseorang menjadi kurang fit. Oleh sebab itu, obat-obatan wajib disediakan saat akan melakukan traveling, seperti obat flu, obat mabuk, obat sakit perut, minyak angin.

6. Peralatan Elektronik
Saat ini, alat yang wajib bawa adalah telepon selular. Selain untuk berkomunikasi antar sesama traveller yang berbarengan dengan kita saat terpisah, juga dapat menghubungi keluarga di rumah. Selain itu juga untuk memesan taxi dan lainnya. Jangan lupa peralatan charger baterainya.
Nb: Setiap negara memiliki colokan yang berbeda-beda. Jangan lupa cari informasinya.

Kamera dan atau handycam merupakan peralatan yang penting. Selain untuk mengabadikan perjalanan kita, juga dapat digunakan untuk hal lain seperti mengingat bangunan hotel ataupun mengingat nomor polisi taxi atau bus.


7. Bahan Riset
Untuk yang traveling secara mandiri, cari informasi umum tentang tempat tujuan wisata yang akan kita kunjungi seperti: letak geografis, objek-objek wisata, temperatur udara, situasi dan kondisi serta aturan yang berlaku. Informasi ini berkaitan dengan busana yang akan kita pakai, anggaran yang sebaiknya kita sediakan dan juga persiapan mental dan kesehatan. Informasi ini mudah kita dapati dari buku panduan wisata yang banyak dijual di toko-toko buku, koran, majalah, tabloid, telivisi serta internet.  

Pengalaman Traveling

Pada saat melakukan traveling, baik yang memakai jasa tour maupun secara mandiri, pasti akan mendapatkan pengalaman yang berbeda-beda. Ada yang menyenangkan, ada yang menyebalkan, dan sebagainya. Baik atau buruknya pengalaman tetap akan menjadi pengalaman hidup dan kenangan yang tidak akan tergantikan.
Terlepas dari baik atau buruknya pengalaman tersebut, berikut adalah beberapa pengalaman yang mungkin akan kita temui atau kita dapatkan selama melakukan traveling.

1. Tersesat.
Untuk yang melakukan traveling secara sendiri, tersesat di suatu tempat adalah merupakan hal yang lumrah. Jika anda mengalami hal ini, sebaiknya tenangkan pikiran dan tidak usah panik berlebihan. Yang anda butuhkan adalah hindari tempat sepi. Carilah tempat ramai dan bertanyalah kepada penduduk setempat.

2. Kendala Bahasa.
Perbedaan bahasa kadang kala bisa menjadi pengalaman yang lucu. Apalagi saat kita akan bertanya suatu jalan atau tempat wisata tertentu sehingga kadang kala bahasa tubuh pun bermunculan supaya bisa nyambung.
Ada juga penduduk setempat yang mengolok-olok kita dengan bahasanya dengan asumsi kita tidak mengerti bahasanya.

3.Penduduk Setempat.
Kadang-kadang kita diharuskan untuk membaur dengan penduduk setempat, misalnya saat diadakan festival, nonton konser, nonton pertandingan olah raga, diadakannya pameran dunia dan lain-lain yang membuat kita mengenal mereka lebih dalam dalam hal mereka berbicara, bertindak, dan sebagainya. Ada kalanya kita harus berdesak-desakan dengan mereka di subway dan kadang kita dimarahi karena menginjak kaki mereka. Kadang-kadang kita harus menahan nafas karena ada yang membawa makanan yang bau-nya menyengat.
Untuk setiap hal yang positif yang kita lihat harus menjadi pembelajaran kita.

4. Budaya
Setiap daerah ataupun setiap negara memiliki budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, jika mengunjungi suatu tempat wisata atau suatu negara, sebisa mungkin cari informasi yang memadai untuk menghindari rasa malu atau untuk mempersiapkan mental.
Kadang kala, kita berwisata ke suatu negara yang peduduknya berbicara kasar, maka kita harus siap mental kalau kita dimarah-marahi karena tidak jadi beli di tokonya. Atau ada kalanya kita mengunjungi suatu negara yang penduduknya kurang sopan dan tidak begitu peduli dengan pelanggan yang mengunjungi rumah makan atau toko souvenirnya. Semua itu tetap akan men jadi pengalaman bagi kita.


5. Imigrasi
Untuk memasuki sebuah negara, kita tetap harus melewati imigrasi negara tersebut. Hampir semua petugas imigrasi bersikap tegas dan garang. Hal ini adakalanya manjadi pengalaman tersendiri. Misalnya, adakalanya petugas imigrasi menahan serta membawa kita ke dalam kantor dan ditanya ini dan itu. Adakalanya, petugas imigrasi begitu lama memberikan persetujuan kepada kita untuk melewatinya sehingga menimbulkan keresahan pada diri kita. Adakalanya kita dipelototi hanya gara-gara kita melewati garis antrian. Ada kalanya, passport kita tidak bisa di scan sehingga kita harus tertahan padahal jadwal pesawat kita sudah dekat. Kadangkala kita juga harus membuka gesper atau tali pinggang, sepatu hanya untuk melewati imigrasi. Ada juga petugas yang marah-marah karena kita membawa sesuatu yang berbahan liquid atau cair melewati scan. Kesemuanya juga akan menambah wawasan kita.

6. Cuaca
Acara jalan-jalan terhalangi oleh cuaca? Hal ini sudah biasa. Adakalanya kita harus merelakan jadwal kita terbengkalai akibat cuaca yang tidak memungkinkan kita untuk berwisata out-door seperti badai. Oleh sebab itu, kita harus punya rencana cadangan dalam berwisata secara mandiri. Apabila kita tidak bisa jalan-jalan di out-door, maka kita harus cari tempat wisata yang in-door. Selain itum adakalanya kita harus rugi saat pengelola tempat wisata tiba-tiba menutup sepihak tempat wisatanya dikarenakan hujan dan sebagainya, padahal kita sudah bayar. Cuaca juga dapat menyebabkan tertundanya jadwal pesawat.
Jika kita menemui hal ini, tenangkan pikiran dan jangan membuat mood jalan-jalan kita kacau. Hal ini merupakan hal yang tidak bisa kita kendalikan. Oleh sebab itu, kita hanya bisa berlapang dada.

7. Kehabisan atau Kehilangan Uang Tunai.
Hal ini harus diantisipasi sedini mungkin. Kartu kredit harus menjadi andalan apabila terjadi kehabisan uang tunai.

Banyak sekali pengalaman-pengalaman yang bisa kita alami dan kita dapatkan pada saat melakukan traveling. Tetapi pada akhirnya akan menjadi kenangan lucu dan dapat membuat kita ketawa sendiri saat mengingatnya.

Ayo Traveling.

Traveling Hemat



TRAVELING HEMAT

Dari dulu sampai sekarang, traveling atau berwisata baik ke daerah-daerah di negara sendiri maupun ke negara lain merupakan hal yang jamak dilakukan oleh orang-orang yang ingin melepaskan diri dari segala rutinitas sehari-hari. Apalagi saat-saat banyak hari liburan. Ada yang memesan paket perjalanan yang ditawarkan Tour & travel dan ada yang melakukan traveling secara mandiri.

Bagi sebagian orang, mengambil paket tour adalah sesuatu yang mewah dan mahal. Apalagi jika yang akan ikut serta dalam traveling adalah keluarga besar. Tentu saja akan menguras kantong.

Oleh sebab itu, dewasa ini telah banyak dijumpai orang-orang yang memberanikan diri untuk melakukan traveling dengan cara yang hemat dan mandiri tanpa bantuan jasa tour baik ke dalam negri maupun luar negri.

Hal ini tidak terlepas dari dunia yang sudah terbuka. Melalui internet, semua informasi atau kebutuhan yang kita perlukan bisa kita dapatkan. Informasi tempat wisata, visa, jadwal bus, jadwal kereta api, jadwal ferry, rute-rute subway, peta dan lain lain.
Maskapai penerbangan juga berlomba-lomba menawarkan harga tiket yang kompetitif dan wajar. Apalagi kini banyak kita jumpai maskapai penerbangan low cost carrier. Tentu saja membuat kita memiliki banyak pilihan. Hotel-hotel dan penginapan-penginapan juga dapat di pesan via internet, sehingga memudahkan kita melakukan pemesanan.
Beberapa hal di atas yang memungkinkan orang-orang untuk melakukan traveling secara mandiri dan tentunya hemat.

Traveling secara mandiri memberikan kita keleluasaan yang lebih dari pada mengikuti tour. Apabila mengikuti tour, maka kita harus mengikuti segala kegiatan dan jadwal yang telah ditetapkan oleh tour guide.
Padahal belum tentu kegiatan atau tempat wisata tersebut sesuai dengan keinginan kita. Apalagi kalo harus bangun dari tidur lebih awal hanya untuk mengejar penerbangan pagi.

Dengan traveling secara mandiri, kita dapat memilih sendiri tempat-tempat wisata yang akan kita kunjungi, kita dapat memesan jadwal penerbangan yang lebih fleksibel. Kita dapat memilih restoran atau tempat makan yang sesuai dengan keinginan kita. Kita dapat mengatur sendiri jadwal kita.

Walaupun agak sedikit repot karena segala sesuatu harus diatur sendiri, traveling secara mandiri menawarkan banyak pengalaman seru yang belum tentu akan bisa kita dapatkan apabila kita mengikuti paket tour.

Ayo beranikan diri anda untuk membawa keluarga anda traveling secara mandiri dan hemat. Konsultasi dengan teman-teman yang pernah jalan-jalan secara mandiri dan hemat akan menjadi referensi yang akan berguna nanti.

Selamat Mencoba.

Catatan: Perhatikan tanggal jatuh tempo passport dan juga dokumen-dokumen lain seperti visa ketika akan mengunjungi suatu negara.

Friday, May 13, 2011

JALAN-JALAN HEMAT KE PULAU LANGKAWI, MALAYSIA Part I





Berikut akan saya paparkan mengenai aktivitas termasuk biaya-biaya kami sekeluarga jalan-jalan super hemat ke Pulau Langkawi, Malaysia. Kami sekeluarga berasal dari kota Medan, Indonesia yang sangat suka traveling hemat. semoga ini bisa jadi referensi tambahan buat yang mau jalan-jalan ke Pulau Langkawi.

Ok. :)
saya mulai dari....
1. Pesawat Terbang...
hehe...saya sudah naik brand airlines ini berkali-kali dan selaluuuuuuuuuu NOL Rupiah..apa lagi kalo bukan "Airasia" kesayanganku,,, hohohoho... :D
Gak percaya? 8 dari 10 org yang saya kasih tau tentang zero fare seat (kursi gratis) dari airasia,,,pasti aku akan ditertawakan.... haizzz.... bahkan sepupu sendiri.
Mau buktinya... aduh,,, masa aku post print out ticketnya di sini sih? tapi gak apa apa deh,,,
Dan bukan hanya satu orang saja yang dapat zero fare,,, tapi..... sekeluarga,,, hoohoohohoh...
eit,,, jangan salah,,,contoh gambar ini hanya penerbangan dari Kuala Lumpur ke Langkawi,, tapi kan kami dari Medan,,, yup.... kami transit di KL.... dan itu juga Zero Fare,, whahahahhah,,, thanks buat Airasia deh,,, :D


Ok,, walaupun Zero fare,, tapi airport tax harus bayar dong,,, dan airport tax Polonia Medan untuk international Rp. 75.000/orang (April 2011)... jangan dinaikan tarifnya ya,,, belum pantas,,,

Nah, saya lompat langsung ceritanya,ya,,, hehe
Setelah sampai di airport langkawi,, saya selaku tour guide langsung mengambil peta-peta langkawi yang terbaru...trus,, banyak sekali yang tawarin jasa tour dan sewa mobil.
Tapi kami dari airport, neik Taxi bandara ke Motel,, di sekitar Pantai Cenang,,, namanya "Sweet Inn Motel". Saya pesan Via Agoda.com.. murah meriah,,hehe,,, harganya,,,ehm,,200 Ringgit untuk 3 Kamar,,, (setelah dihitung lebih teliti,,,karena dapat diskon menggunakan HSBC Credit Card saat pesan) harganya menjadi 550.ooo rupiah per 3 kamar/ malam. Mungkin ada yang lebih murah dari ini,, tapi kami kan bukan Backpacker asli...



















Oiya,, dari Bandara ke Motel cuma sekitar 15 menit ,, harga per orang 10.000 rupiah. karena lokasi pantai Cenang dekat dengan airport.. maka tarifnya murah..

Karena kepagian,,,kami belum boleh check in,,, jadi kami hanya titip bagasi kami,, trus memulai "Family on Vacation" kami.. Yap..kami beri slogan itu pada saat merekam kegiatan kami dengan handycam.. hehe...

Kami sarapan dulu disekitar motel kami...dan ternyata murah meriah juga,,,,hehe,,enak pula,,cocok dengan lidah kami.. hehe..

setelah sarapan,, kami sewa scooter,, yang banyak di sepanjang jalan, hehe Harga sewa per scooter,, 25 RM per 24 jam... (kalo sewa 2 hari dapat diskon 5 RM jadi 20RM/24 jam ) ... Harga ini per April 2011,ya....



















Nah,,,dengan scooter-scooter inilah alat trasportasi kami selama di Pulau Langkawi.

Destinasi pertama kami adalah mengeksplore daerah Pantai Kok.
Sebelum sampai pantai Kok, kami melewati "Telaga Harbour Park". Tidak banyak yang bisa di lihat di sana,, jadi kami lanjutkan menuju Oriental Village yang merupakan gerbang masuk untuk naik cable car yang sangat terkenal untuk naik menuju gunung Mak Cin Cang,,,




















Setelah puas mengelilingi Oriental Village, kami langsung menuju Telaga Tujuh. Telaga Tujuh adalah air terjun. Untuk menuju sampai garis akhir, butuh perjuangan ekstra. Terdapat sekitar limaratusan anak tangga. Akan tetapi, karena ini adalah liburan, maka hal ini tidak begitu terasa capek. Ada beberapa turis yang mandi dan berendam di air terjun di atas sana. Kami sekeluarga tidak berencana untuk mandidan berendam. Hanya ingin melihat pemandangan saja.






















Karena hari menjelang waktu makan siang, maka saya mengajak keluarga saya untuk makan siang di sebuah restoran yang unik yaitu restoran terapung atau floating restaurant yang bernama: “Hole In The Wall”.









Perjalanan dengan scooter dari telaga tujuh, memakan waktu sekitar 45 menit,,,jauh sih,, panas pula,,karena matahari tepat berada di atas kepala.. huh,,, tapi seru aja sih,,, haha…

Untuk menuju restoran ini, kita harus ke dermaga yang dinamakan Kilim Jetty. Untuk menuju restoran ini, harus mengarungi sungai dengan boat atau sampan kecil. Setelah sampai dermaga, ada yang menawarkan paket tour mengunjungi gua-gua dan juga makan di restoran tersebut. Tapi melihat harganya yang kurangg wajar, maka saya menolaknya, dan hanya ingin makan direstoran tersebut. Dan pada salah satu dinding dermaga yang memuat poster-poster paket tour, terdapat nomor telepon yang bias dihubungi apabila ingin minta di jemput dengan sampan kecil menuju restoran terapung tadi. Dan harganya sampan tersebut adalah…….Gratissssssss…hohohoohoho…(mudah-mudahan tidak membuat harga makanannya menjadi mahal,saya berharap begitu) hehe :P

Hanya berselang 5 menit, ada sebuah sampan kecil tetapi menggunakan mesin,, dating menjemput kami di dermaga. Perjalanan menuju restoran memakan waktu sekitar 10 menit dengan suguhan pemandangan sungai dan hutan-hutan. Setelah sampai, meja kami telah disiapkan, karena kami tadi memberitahukan bahwa ada 6 orang. Kami langsung pesan,, dan semua harga menu-nya wajar-wajar. Masih dalam batas yang bisa diterima. Biaya yang kami keluarkan hanya 78 RM untuk 6 orang lho.

Selesai makan, kami minta untuk diantar kembali ke dermaga,karena kami akan melanjutkan petualangan kami.

Destinasi berikutnya adalah: Durian Perangin Waterfall. Yap,,, air terjun lagi..karena kebetulan dekat dengan Kilim Jetty.Hanya perlu 10 menit, kami sudah sampai. Akan tetapi karena sudah terlalu lelah di Telaga Tujuh Tadi, maka adik-adik saya tidak mau ikut naik ke atas lagi. Karena untuk sampai ke garis akhir air terjun tadi, juga harus menaiki ratusan anak tangga. Berhubung saya masih sanggup, maka saya memaksakan diri untuk sampai ke garis akhir..Sayangnya, tidak banyak yang bias saya foto. Bukan karena air terjunnya jelek, tapi….Kamera saya low battery.. L

Perjalanan saya lanjutkan dengan destinasi berikutnya adalah Kuah Town, untuk mendatangi symbol Langkawi, yaitu sebuah Patung Elang Raksasa, Kata orang, belum sah jika belum foto dengan patung ini.

Ternyata disebelah Eagle Square tersebut, terdapat Jetty Point yaitu pelabuhan dimana tempat berlabuh ferry dari berbagi daerah seperti pulau Penang, Kedah, Perlis dan juga Satum(Thailand).

Dan di sisi lainny,juga terdapat sebuah taman yang dinamakan”Legenda Langkawi”. Jadi foto-foto sebentar di sini.

05:00 PM,, hari menjelang sore, kami kembali menuju pantai Cenang untuk kembali ke penginapan kami. Istirahat sebentar, dan mengganti busana pantai, kami berjalan kaki menuju Pantai Cenang.

05:30 PM, Suasana Pantai Cenang, panassss bangettt,,,, (menurut saya sih, harusnya masih jam 4:30 menurut GMT+7 yaitu sama dengan waktu Medan.:P Pasirnya halus dan bersih seperti tepung, ramai dengan turis yang bermain water sport seperti banana boat, parasailing, jet ski atau hanya sekedar berenang.

Saya coba Tanya harga parasailing…. What?50 RM sekali main?? L Gak jadi ah,,, Sudah pernah main di Padang dan Bali,,, hehe…Banana boat, jet ski juga sudah pernah… ah sudahlah,, hemat hemat aja deh….dan akhirnya hanya berenang dan menikmati suasana pantai. Sunsetnya?????Ehm,,, terhalang ama gunung-gunung deh,,, Ahhh… Enjoy aja,,,,

07:00PM ,,Setelah puas bermain air dan berfoto ria, kami berjalan kembali ke penginapan,karena sebentar lagi waktunya dinner dan pantai mulai sepi.

Selesai berbenah, mandi dan istirahat sebentardi penginapan, kami keluar mencari makan malam disekitar motel kami dengan hanya berjalan kaki. Banyak pub, bar dan restoran yang mulai mengeliat,,, kami mencari restoran kampong. Selain untuk mencoba kuliner asli Langkawi, saya berharap harganya juga pas dengan kantong kami,,, hehehe….

07:45 PM,, kami menemukan restoran yang kami cari,,,, namanya saya lupa,,tapi tertulis makanan kampong.. Memakai system buffet dan juga bisa pesan. Saya tidak begitu suka makanan di buffet, maka kami pesan sayur yang kami inginkan. Total biaya yang kami keluarkan pas 50 RM untuk 6 orang,,,Wahhh,,, murah,,, enak pula,,, I love Langkawi deh,,, hehe….

Nah, dengan perut kenyang, kami berjalan menyusuri sepanjang jalan Pantai Cenang,,, banyak terdapat took-toko souvenir, restoran, bar, cafĂ©, spa, dan convenience store 24 jam… jadi segala kebutuhan kita sudah tersedia.

Oiya,, sambil menyusuri jalan, saya memang berencana memesan tour :Island Hopping. Kenapa? Karena semua tempat yang terdapat di PulauLangkawi sudah saya eksplore, jadi saatnya mengunjungi pulau-pulau kecil disekitarnya. Paket Island Hopping yang saya ambil ialah paket 3 in 1,, yaitu mengunjungi Pulau Singa besar, Pulau Dayang Bunting dan Pulau Beras Basah. Harga paket per orang adalah 30RM..untuk keesokan harinya. (Tapi saya nyesal, karena hanya beda beberapa toko, terdapat paket yang sama dengan harga hanya 25RM per orang,,, L

Harga paket sudah termasuk antar jemput dari penginapan ke dermaga. Kalo gak salah namanya arwana.

To be Continued @ Part II







Thursday, September 16, 2010

PHUKET ISLAND, THAILAND


PHUKET ISLAND
Phuket Island adalah salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal yang terdapat di Thailand. Dengan salah satu Low Cost Budget Airlines terkemuka, kami bertujuh menuju Phuket Island dengan transit dari Kuala Lumpur dari Medan. Rasa penasaran saya menggebu-gebu. Hanya denga n waktu 1 jam, kami sampai di Phuket International Airport dari LCCT.

Setelah turun dari pesawat dan melewati bagian imigrasi dan custom, maka kami berniat mencari transportasi menuju hotel yang sudah saya pesan sebulan sebelumnya via internet. Ternyata saya baru tahu system pariwisata Phuket sangat bagus. Dari airport saja, terdapat peta-peta yang boleh diambil secara gratis. Setelah mendapatkan van, maka kami diantar menuju ke Hotel, begitu pikiran saya. Tapi tiba-tiba tidak sampai 10 menit, kami diberhentikan di sebuah "tour and travel". Ternyata hal ini sudah biasa terjadi. Karena kami belum tahu situasi Phuket, maka kami masuk dan membiarkan para bagian ticketing melayani dan memberikan informasi tour kepada kami.
Tips: Tawar harga tournya sebesar mungkin. Karena kami hanya 4 hari 4 malam di Phuket ini, maka kami mengambil 3 paket selama tiga hari agar kami memiliki waktu satu hari untuk beristirahat. Nb: Ikut Tour berarti mengikatkan diri dan tidak bebas karena waktu kita di atur oleh tour and travel.
Tour yang kami ambil dan saya rasa best seller sebagai berikut:
1. PHI PHI ISLAND ONE DAY TOUR


2. JAMES BOND ISLAND ONE DAY TOUR


3. PHUKET CITY ONE DAY TOUR

Cerita mengenai Phuket cukup panjang. Sambung lain kali ya, :)

Sunday, September 12, 2010

WEH ISLAND, INDONESIA


Weh Island, Sabang, Indonesia.

Jalan-jalan kali ini saya sebut sebagai spontan trip-tanpa perencanaan sama sekali. Pada hari menjelang lebaran tahun 2010 ini, ketika hari libur cukup banyak, saya mendapat ajakan dari teman untuk sama-sama menghabiskan hari libur ke pulau Weh.
Kebiasaan saya jika akan melakukan traveling ke suatu tempat, maka hal pertama yang saya lakukan adalah men-googling segala informasi mengenai tempat tersebut. Akan tetapi, kali ini saya tidak sempat melakukannya karena tiket pesawat aku beli dua hari menjelang keberangkatan.
Dan kebetulan teman yang mengajak tersebut juga belum pernah pergi ke pulau Weh.

Transportasi
Medan (Polonia Airport) -> Banda Aceh (Sultan Iskandar Muda Airport)
Sebenarnya ada beberapa cara menuju ke pulau Weh. Karena saya blank sama sekali mengenai transportasi ke sana,maka saya memilih pesawat. Maskapai yang melayani penerbangan direct dari Medan, North Sumatra,Indonesia kebetulan tidak ada pada periode ini. Menurut teman, hal ini dikarenakan asap letusan gunung Sinabung. Oleh sebab itu, maka saya dengan terpaksa membeli tiket pesawat Medan menuju Banda Aceh. Ada beberapa pilihan maskapai. Perjalanan memakan waktu selama kurang lebih 45 menit. Setelah sampai di bandara Iskandar Muda, Banda Aceh, saya langsung bertanya kepada bagian informasi mengenai cara menuju pulau Weh.

Banda Aceh (Sultan Iskandar Muda Airport) -> Pelabuhan Ulee Lheue
Dengan Taxi (sebesar 60.000 rupiah) langsung saya pesan menuju Pelabuhan Ulee Lheue dengan perjalan sekitar 30 menit.

Banda Aceh (Pelabuhan Ulee Lheue) -> Pulau Weh (Pelabuhan Balohan)
Ternyata ada beberapa jadwal penyeberangan dari Kota Banda Aceh menuju Pulau Weh dan juga ada kapal ferry cepat dan kapal ferry biasa dengan berbagai tarif. Karena tidak buru-buru, maka saya pesan tiket ferry biasa (kelas VIP-ada Airconditioner seharga 35.000 rupiah+pajak pelabuhan 1.500 rupiah). Perjalanan dengan ferry biasa memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan tujuan pelabuhan Balohan. Setelah sampai Balohan, aku langsung ditawarin naek taxi dengan harga 150.000 rupiah menuju Pantai Gapang-atas rekomendasi teman yang katanya cocok untuk lokasi menginap. Perjalanan dari pelabuhan memakan waktu sekitar 20 menit dengan jalan yang berkelok-kelok dan naik turun yang cukup membuat mual.

Akomodasi
Sampai di daerah pantai Gapang, saya langsung mencari penginapan. Ternyata penginapan di daerah tersebut, menurut saya cukup murah, apalagi jika pergi ramai-ramai. Sebagai bahan masukan, saya hampir tiap hari pindah penginapan dan mencari yang masih ada sisa kamar karena berhubung saya perginya menjelang lebaran, maka hampir semua penginapan sudah dibooking. Penginapan di daerah pantai Gapang hanya berkisar 100.000 rupiah-tentu saja dengan minim fasilitas.

Spot yang menarik
Pantai Gapang
Pulau Weh dikelilingi pantai-pantai yang sangat indah dan asri. Semuanya layak untuk dikunjungi. Pantai Gapang-tempat saya menginap-cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal dan juga turis mancanegara karena sangat cocok untuk ber-snorkling ria dan scuba diving serta berenang.

Pulau Rubiah
Hari kedua, atas rekomendasi juga, saya dengan teman-teman memesan kapal motor kecil menuju pulau Rubiah sekitar 15 menit dari pantai Gapang. Pulau Rubiah juga masih asri dengan air yang sangat jernih untuk bersnorkling.

Pantai Sumur Tiga
Pantai inilah yangmenurut pendapat saya paling indah dengan pasir putihnya di pulau Weh ini. Hanya peminatnya sepi. Mungkin kurang cocok buat bersnorkling.

Pantai Kasih
Pantai ini juga indah dan berpasir putih.

Monumen Kilo Meter Nol Indonesia.
Dari tempat ini, pemandangan samudra Hindia yang indah dan mempesona terlihat dengan jelas.
Wajib dikunjungi saat menjelang sunset.

Kawasan Wisata Benteng Jepang.
Di sini,kita bisa melihat peninggalan jepang, benteng beserta meriamnya yang terletak di atas bukit. Pemandangannya sungguh indah mempesona.

One Day City Tour
Banyak sekali tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Karena waktu liburan saya cuma beberapa hari, maka tidak semua tempat dapat saya kunjungi. Oleh sebab itu, dengan One day city tour dengan menyewa mobil (kira-kira 400.000 rupiah),saya dapat melihat banyak tempat secara sekaligus. Diantaranya, Mini Volcano (gunung Berapi), Pantai Iboih, dan lainnya.

Tips:
1. Disarankan untuk menghindari bulan puasa saat berwisata ke sana. Tidak ada yang di perbolehkan menjual makanan.
2. Hindari hari Lebaran juga, mana ada yang jual makanan saat semua orang sedang berlibur.
3. Pelajari informasi tentang tempat-tempat yang akan dikunjungi.

Saya akan lanjutkan nanti ya...... :)